Terinspirasi dari tsunami Aceh 26 Desember 2004
dibuat pada : 7 november 2016

Ayah, kembali
Karya : Fitrihanna

Kini sendiri dipinggir pantai
Ombak  menyusut kembali kelautan
Hanya mencubit luka sesekali
Maka, aku beranikan  diri berdiri
Di tepian pantai

Kakiku pedih
Darah tumpah dari luka
Karena Dipukul ombak ganas tadi pagi
Aku rubuh terkatup kaku

Ayah, kapan engkau Kembali melaot
Karena Ada duka yang tertinggal
setelah engkau pergi Tadi pagi.
ibu telah disapu ombak hitam
Kembalilah. mumpung purnama masih ada
Aku menunggu Dengan 1000 rindu

Aku megerjap Hati seolah menafsirkan
Jiwa coba hentikan jam berdetik
Mata melesat
Dunia asik pada kesunyiannya
Tapi semilir angin membisikkan isakan kecil
Lalu erangan yang bergema
Kotaku lebar, datar dan gulita
Ku coba memisahkan diri
Malah teringat badan berdaki garam
Ingatan terjerat pukat yang melambai

Burung membisikkan sinyal
Dari alam, dari Tuhan
Langkah ayah beradu kayu dermaga
Air laut memperjelas jejaknya
Dibalik ombak ia mulai berlayar, bersembunyi
Dan setelah itu tsunami

Ayah,
Ibu tertidur
Kembalilah
Mumpung purnama masih ada
Aku masih akan menunggu
Dan bibir biru
Tak kuasa menahan pilu
Ia berburu rindu

Dan setelah berhari-hari
Kau tak kunjung kembali
Mungkin tempat bersandar
akan berlari, bunuh diri
aku resmi sendiri


Komentar

Postingan populer dari blog ini

My graduation Speech, dibacakan di toilet depan rku 4

kabar hari ini

Tulisan 2019