Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2017
Terinspirasi dari tsunami Aceh 26 Desember 2004 dibuat pada : 7 november 2016 Ayah, kembali Karya : Fitrihanna Kini sendiri dipinggir pantai Ombak  menyusut kembali kelautan Hanya mencubit luka sesekali Maka, aku beranikan  diri berdiri Di tepian pantai Kakiku pedih Darah tumpah dari luka Karena Dipukul ombak ganas tadi pagi Aku rubuh terkatup kaku Ayah, kapan engkau Kembali melaot Karena Ada duka yang tertinggal setelah engkau pergi Tadi pagi. ibu telah disapu ombak hitam Kembalilah. mumpung purnama masih ada Aku menunggu Dengan 1000 rindu Aku megerjap Hati seolah menafsirkan Jiwa coba hentikan jam berdetik Mata melesat Dunia asik pada kesunyiannya Tapi semilir angin membisikkan isakan kecil Lalu erangan yang bergema Kotaku lebar, datar dan gulita Ku coba memisahkan diri Malah teringat badan berdaki garam Ingatan terjerat pukat yang melambai Burung membisikkan sinyal Dari alam, dari Tuhan Langkah ayah b...
Biografi Ayah Oleh : Fitrihanna Husaini Syamaun itulah bagaimana orang-orang memanggilnya. Ia adalah salah satu dari 6 anugerah terbesar yang Tuhan berikan kepada pasangan Syamaun dan Ramlah. Husaini merupakan seorang laki-laki kuat yang lahir di Sigli,15 Mei 1960. Orang tua Husaini sangat bersyukur memiliki Husaini dan cara mereka untuk mewujudkannya yaitu dengan mendidik buah hati mereka sebaik mungkin. Baik bukan dalam arti dapat memberikan harta yang banyak, tapi bagaimana mereka mampu memberikan cinta dan  mempersiapkannya menghadapi medan perang.  Ya, Husaini sejak kecil sudah dididik untuk mandiri, orang tuanya yakin akan hadirnya medan kehidupan yang lebih sulit kedepannya. Husaini kecil diajarkan untuk bisa bertahan dalam kehidupan yang sebenarnya. Ia diajarkan banyak hal. Menyadari agama adalah yang utama, maka husaini kecil diantarkan  mengaji oleh orang tuanya, bahkan sebelum ia mengenal apa itu sekolah. Sudut pandangnya soal hidup pun dibuka leb...