My graduation Speech, dibacakan di toilet depan rku 4

 


aku kemarin baru aja yudisium, tapi wisuda nya masih lama bulan 5 :( tapi gapapa, 
aku harus percaya dan yakin, Allah punya cerita yang lebih baik untuk aku, 
tapi teman-teman aku pernah bermimpi untuk bisa maju dan ngelakuin semacam
"graduation speech", sayang banget kemarin pas yudis aku ga ada aja bagi mahasiswa untuk 
kasih speech, tapi aku mau tetap mau nulis aja.. ngerasain gmn rasanya nulis konten
graduation speech, ini menyedihkan apa gak ya? hahaha tapi sepertinya aku hrs post
ini dan ngelupain semua kesenangan sarjananya aku.. aku udah hrus masuk ke dunia baru.. 
kita mulai eaaaaa wqwqwq..





Izin kan saya memulai speech ini dengan satu cerita singkat. Beberapa bulan lalu, sblm saya sidang, saya pernah menjemput ibu saya yang seorang dosen di fakultasnya. Saat itu ibu saya baru selesai jadi penguji di sidang mahasiswa. Saya bertanya kepada ibu saya “Mak, memangnya jadi sarjana itu semembahagiakan itu ya? Kok kayaknya biasa saja, apa karena kmi masih akan koas lagi” lalu ibu saja menjawab “Iyalah na, pasti senang, ga semua orang bisa sarjana, terlepas dari segala alasan, dan ada kebahagiaan tersendiri yang dirasakan orang tua ketika berhasil menyekolahkan anaknya sampai sarjana”. Disitu akhirnya saya berpikir, ternyata, pencapaian ini adalah sesuatu hal yang besar dan bukan hanya soal kita, banyak pihak yang harus di apresiasi, dibalik kita yang tentu saja pasti bahagia dan bersyukur, ada orang tua yang diam2 bangga dan terharu akan pencapaian ini, ada dosen2 dokter2 yang juga mungkin merasa berhasil dan bersyukur telah berhasil berjuang membantu kita sarjana, ada kakak2 adm, staf, abang-abang semua yang diam2 bersyukur dan ikut senang akan pencapaian kita hari ini.

Untuk itu, izin kan saya mengapreasiasi semua pihak, dimulai dari diri kita sendiri teman2

Congratulations, congraduations... selamat karena sudah hadir hari ini, sudah memilih berjuang untuk sampai dan bisa berada di ruangan ini, terima kasih karena tidak memilih menyerah dan mau melanjutkan sampai ke tahap ini... mungkin kalo sekarang sudah ga terasa ya seberapa keras perjuangannya, tapi kalo mau di flashback, masa2 itu, dimana masa2 menghafal nama2 tulang, karpal, metakarpal terasa sangat menyulitkan, kemudian mendapatkan “tugback” saat endo, apalagi saat itu online, huft.. sampai membending wire ortho yang terasa membingungkan, dan memutar otak untuk bagaimana caranya menghasilkan gtp yang semengkilat mungkin dengan sunlight dan 1001 cara lainnya...

Well, tanpa sadar, skill2 itu, cara bertahan hidup itu, membuat kita menjadi yang sekarang,awalnya butuh berhari2 untuk buat logbook, tapi diakhir2 logbook bisa jaa selesai dalam semalam, awalnya bikin tugas scal cari bahannya sampai 1 hari, tapi sekarang, bisa selesai dalam 15 menit...

Dan semua yang kita lalui itu adalah anugerah teman2, semua senang, sakit, drama, pelajaran itu.. will make us stronger.. what doesnt kill you, make you stronger.. dan you are not killed, karenaaa buktinya bisa hadir di ruangan ini hari ini.. 

Selanjutnya, saya mau mengapresiasi dokter2 dan staf semuanya, terima kasih banyak dokter.. atas segala nasihat, segala ucapan2 segala ilmu yang telah dokter2 berikan, kadang memang tidak terucap dokter, tapi InsyaAllah segala ketulusan yang dokter berikan bisa kami rasakan di dalam hati kami, dan semoga Allah selalu membuka mata kami untuk menyadari hal tersebut.. bahwa dokter2 sekalian selalu ingin yang terbaik dan berusaha semaksimal mungkin  untuk mendidik kami menjadi calon dokter gigi yang baik, InsyaAllah.. dan atas segala kebaikan dokter tersebut, saya mengucapkan terimakasih, semoga Allah membalas kebaikan dokter.. mohon maaf apabila selama ini kami banyak salah baik yang disengaja maupun tidak dokter..

Begitu pula dengan seluruh staf, kakak2 dan abang2 adm semuanya, kakak cs, tim keamanan semuanya.. makasih banyak atas kerja kerasnya selama ini, dan maaf sekali jika terkadang ada perlakuan kami yang menyusahkan atau membuat kakak2 abang2 sekalian pusing.. kami minta maaf

 

Selanjutnya untuk yang terspesial dalam hidup kami.. orang tua kami..

Makasih banyak untuk ayah, mamak, dan seluruh ayah bunda yang lain disini.. terima kasih karena sudah membesar kami dan menyekolahkan kami sampai disini.. maaf kalo kami sering minta uang jajan, atau merepotkan.. maaf kalo kami suka sok sibuk bilang “lagi belajar” kalo diminta tolong.. semoga kami bisa kembali menghadirkan ayah bunda skalian beberapa tahun lagi, dalam agenda yang sama yaitu sumpah dokter gigi..

 

Teman2 sekalian, Hari ini hanyalah permulaan dari awal perjalanan yang lebih panjang..

Today is only the beggining of our bigger journey... dunia perkoasan..

Saya ga akan bilang dunia baru ini akan sangat menggembirakan, pasti akan ada luka di dalamnya, pasti akan ada tangis, akan ada badai yang mungkin lebih kencang, namun tentu juga pasti akan ada banyak hal yang membuat kita tersenyum dan bersyukur.. tapi ini lah hidup, kalo kemarin bisa dilaluin, maka esok pun kita bisa melaluinya. Kalo kata rumi dalam puisinya, manusia itu adalah rumah singgah “guest house”, dan setiap hari tamu2 datang ke rumah itu, ada duka, ada luka, ada tawa, dan kita.. hanya perlu menerimanya.. karena siapa tahu, tamu2 itu membuat kita siap untuk menyambut tamu baru di masa depan.. tamu  yang lebih indah dan pantas kita terima.. Insya Allah

Mari memulai kehidupan baru ini dengan selalu melibatkan Allah dalam langkah kita,

Dan insyaALlah semua akan mudah..

Semangat koasnya temana2, saranghae <3

sekali lagi CONGRADUATIONSSS TEMAN2 selamaat!!!! Barakallah fiikum


Komentar

Postingan populer dari blog ini

kabar hari ini

Tulisan 2019